Showing posts with label Big Moment. Show all posts
Showing posts with label Big Moment. Show all posts

Tuesday, October 18, 2016

Why I decide to join this club

Seorang pria paruh baya, lupa saya namanya dia bercerita sebelum dia bergabung ke club ini, dia memiliki usaha wiraswasta agent tour travel, meskipun sudah memiliki beberapa karyawan, dia sebagai pemilik tetap ikut bekerja terus menatap layar komputer bahkan sampai larut malam, saat weekend juga kadang begitu, mengurusi banyak orang yang berlibur. Kapan dia berlibur? Ada memang saat berlibur, tetapi terus sambil membawa laptop kemana mana untuk memantau situasi. Setelah agak sukses dia tidak puas diri, ingin berekspansi, tetapi modal harus di tangan, keperluan sewa tempat jika belum bisa membeli tempat / ruko baru, keperluan gaji karyawan, banyak yang harus dihitung hitung, dan berharap agar usaha nya segera mencapai BEP (Break Even Point). Mungkin butuh modal lebih dari ratusan juta untuk buka cabang baru, dan artinya butuh ekstra perhatian juga agar cabang ini berfungsi dengan baik. Lalu apakah ini bisa dibilang pekerjaan sempurna? Apakah finansial sudah bebas? Rasanya belum makanya bapak ini menghentikan bisnis nya, dan fultime untuk mengerjakan bisnis ini.

Sama hal nya dengan para pegawai kerah putih seperti saya (kerja di kantor). Hidup tidak bebas waktu (apalagi bagi yang lembur lembur atau bahkan bikin iler di kantor malem malem alias gak pulang ke rumah), finansial pun belum bebas. Sekolah untuk mendapat pekerjaan kantor, setia pada satu perusahaan selama 40 tahun, setelah itu pensiun. Setelah pensiun apakah sudah bebas finansial? Banyak orang di masa tua nya terpaksa bekerja karena adanya kebutuhan yang terus harus terpenuhi. Ada revolusi, dahulu orang bisa setia bekerja 40 tahun pada tuan yang sama, sekarang sudah berganti orang paling lama bekerja 4 tahun lalu pindah ke perusahaan lain dengan gaji yang lebih tinggi. Dahulu operator diisi oleh suara asli orang, sekarang sudah banyak perusahaan yang menggantinya dengan penjawab mesin. Perusahaan terus menekan biaya biaya agar modal tipis, lama kelamaan pekerjaan yang kita kerjakan pun akan beralih dikerjakan oleh robot robot atau mesin. Lowongan pekerjaan di masa mendatang semakin menipis karena tersaingi oleh teknologi. Orang akan saling berebut mencari pekerjaan. Belum lagi di kantor ada orang orang aktif sikut kanan sikut kiri untuk mendapat posisi yang lebih tinggi lagi.

Ketika saya bilang bakmi gajah mada lezat sekali, mari kita coba. Saya membawa suami saya, teman saya, kenalan atau saudara jauh datang. Mereka bilang enak juga bakmi nya. Lalu teman saya menceritakan lagi kepada pacarnya, jadilah mereka ngedate di bakmi gajah mada, dan ketika teman saya ingat akan adiknya yang sedang kelaparan di rumah, dia pun membungkus bakmi itu pulang ke rumah. Betapa hebatnya promosi mulut ke mulut ini, tapi apakah saya diberikan komisi oleh bakmi gajah mada? Tentu tidak!!!! Mereka terus berjaya tanpa mau tau promosi yang tidak sengaja kita lakukan. Hehehe.

Saya lihat di club ini fair, ketika anda bekerja anda akan dibayar tinggi bahkan Anda sampai bingung nominal di tabungan banyak sekali. Ini membuat anda bebas finansial dan waktu anda bukan untuk bekerja tetapi untuk menikmati atau lebih mulia untuk melayani Tuhan. Ketika anda tidak bekerja / tidak menjadi lead team yang baik, tidak perlu dibahas karena orang yang tidak menabur tidak akan menuai. Uang itu bukan segala galanya, tetapi banyak hal yang membutuhkan uang.

Setelah bergabung, saya dimasukkan ke dalam group whatzup, team saya benar benar hangat, mereka banyak memberi selamat telah bergabung bahkan sampai tengah malam, mereka juga terus menginformasikan detail detail yang harus diperhatikan, mengajak kita untuk belajar bersama.

Dalam banyak pertemuan, meskipun prestasi nya berbeda beda, tapi kita di-treat sama. Bisa dilihat dari pertemuan kemarin, orang yang baru join 2 bulan pun diminta sharing pengalaman. Pengalaman ditolak atau  diterima oleh hot market. Ini wow banget! Biasanya tuh kalau pertemuan, leader leader nya dengan prestasi selangit aja yang cuap cuap, kalau ini gak! Hidup geng party rempa manado! Tetap ramah tetap semangat menggapai impian!

Jika ingin bebas finansial juga, boleh kita sama sama belajar. Hubungi saya saja secepatnya! Hargai waktu yang ada selama masih muda!

Friday, June 17, 2016

Kisah yang kepending

Ini kisah saya yang kepending dari tahun lalu :

Sering banget deh ketemu bumil bumil di jalan, di kantor, dimana mana, huh, perasaan sirik mulai muncul lah. Kapan giliran saya. Huh apa Tuhan diam saja ketika saya terus meminta seorang anak saja lahir di perut saya.

Saya juga sering liat timeline di fb, teman teman pada update anaknya, tahun kemarin lahiran cowo, tahun ini lahiran cewe, wow, ada yang lagi hamil berapa bulan, ada yang lagi hamil kembar (mau banget doooooooong)

Saya kan lagi program hamil (bulan pertama), saatnya melihat hasilnya tengah november ini, hari jumat - minggu keluar darah sedikit sedikit, saya curhat ke salah satu teman saya, teman saya bilang hati hati takutnya keguguran dan musti dikuret, cerita ini dia dapat dari teman suami nya yang sudah mengalami di kuret pada kehamilan bulan pertama. Ngeri juga ya bukannya bahagia, malah sengsara. Karena saya takut, saya mulai browsing browsing deh di internet, kenapa bisa berdarah apakah benar bahaya, atau ini hanya tanda saja. Ada yang bilang bahaya, ada yang bilang itu tanda tanda hamil. Ya saya ambil positifnya saja, berpikir positif dan masih berharap ini adalah tanda tanda hamil yang sehat.

Teman saya saranin test pack dahulu, takutnya beneran ada baby yang musti diselamatin, tapi kondisi sabtu siang sudah tidak bisa testpack, hasilnya pun tidak akurat jika dilakukan siang hari. Oleh karena itu saya test pack nya hari minggu pagi, dan hasilnya negatif sodara sodara. Di satu sisi saya senang, karena takut dikuret kalau kalau bayi nya tidak bisa diselamatkan, di satu sisi saya sedih karena gagal maning gagal maning setelah berjuang sedikit lebih keras bolak balik bandung dengan biaya yang cukup menguras kantong. Hanya tak apalah saya mau nya bayi yang sehat ya Tuhan. Pesen 2 anak ya, pake pleaseeee....

Flashback kegiatan di Sabtu pagi : saya jalan jalan ke daerah pasar pancoran, sekalian tanya tanya soal ramuan cina yang diberikan oleh sepupu saya di cirebon, dia dapet resep ini dari oma oma yang melihat sepupu saya yang belum punya anak. Saya tanya harganya berapa, butuh waktu berapa lama baru dapat itu ramuan. Ternyata harus indent 1 minggu. Saya bingung juga mau jadi deal beli ramuan apa tidak, soalnya belum jelas juga hari sabtu itu sudah isi apa belum. Nah akhirnya saya hanya berkeliling cari makan pagi  di sana (makan di soto betawi harganya gak kuku deh) dan memutuskan untuk tidak beli obat dulu.

Senin pagi saya balik lagi ke toko obat Ban Seng, saya memutuskan untuk deal beli ramuan ini. Harga nya lebih murah dibandingkan jika berobat atau program ke dokter. Harga nya 510k (per 16 nov 2015) sudah dapat ramuan untuk perempuan dan laki. Kita tunggu saja deh ya obatnya.

Saudara sepupu saya minum nya malas malasan, setelah konsumsi 4 bulan langsung dung (kosong 2 tahun) (1 paket tidak habis karena lupa lupa inget konsumsi nya), saudara yg lain juga sama cuma dia konsumsi 1 bulan saja (1 bulan merid langsung dapat anak, usia suaminya sudah cukup berumur), ada lagi yang sudah kosong 8 tahun bisa dung juga. Horeeey semoga Tuhan merahmati anak pada saya lewat jalan ini, please jangan lama lama ya Tuhan. Amin.

Terimakasih juga untuk suamikyu tercinta, teman, sahabat yang selalu dengan sabar menjadi tempat curahan hati saya jika sedang galau ngebet punya anak.

Update terbaru, saya udah gak nafsu ikutin saran A saran B saran C saran D, saya berserah sama pengaturan Tuhan ajeh titik. Tetap berdoa dan berusaha tentunya.

Wednesday, January 28, 2015

Happy Anniversary 1st Year

Jumat minggu lalu saya telp The Harvest Cake, saya pesan 1 triple chocolate ukuran 20x10 dengan ucapan "Happy Anniversary David & Irma" hehehe. Ini saya lampirkan foto cake kami, kalau cake aslinya sudah habis masuk ke dalam perut kami berdua. Ya tanggal 25 January 2015 adalah anniversary tahun pertama kami. Tidak terasa satu tahun sudah kami menjalani hidup pernikahan, kalau hidup bersama ditotal berarti sudah 6 tahun lebih. Tapi rasanya seperti sebentar dan hari demi hari lewat begitu cepat. 


Kami lalui hari begitu cepat, pagi jam tujuh sudah bangun dan langsung siap siap ke rumah kukuh untuk mengambil barang titipan papa (sering banget sampai pengkor dan bosan). Pagi jam sepuluh sampai jam sebelas kami sidang pemecahan roti di hall tiga belas. Setelah itu kami pergi mengunjungi teman lama kami di daerah Cempaka Mas sampai jam tujuh malam. Baru pulangnya kami makan malam di Joni Steak daerah pasar baru. Kami memesan sirloin steak saus lada hitam, rib eye saus jamur, dan ice lemon tea. Kami juga memesan 2 piring nasi, pengalaman kemarin kemarin kalau makan steaknya saja tanpa nasi, tengah malam pasti perut akan keroncongan lagi hahaha (ada naga nya kali ya atau ada prinsip semu yang mengatakan kalau belum makan nasi belum makan). Ini gambarnya saya ambil dari google, kemarin tidak sempat foto-foto.



Harga nya cukup terjangkau dari harga lima puluh ribu sampai seratus ribu maksimal (per Januari 2015 ya). Restoran steak ini selalu ramai di malam hari, kadang kalau saya kesana harus tunggu kursi kosong terlebih dahulu.

Tahun lalu sebelum kami menikah, masih dalam persiapan persiapan kami juga datang kemari bersama dengan satu orang teman suami saya yang banyak membantu dalam acara pemberkatan kami. Wah ternyata lumayan sering juga ya saya kemari. Ayo yang penasaran silahkan datang saja.

Oh ya biasanya setelah makan malam steak, subuhnya saya tidur seperti biasa. Tapi tidak tahu kenapa kemarin ini perut saya terasa panas dan jadinya saya tidak bisa tidur dengan nyenyak. Hmmm tidak tahu penyebab yang pasti sih. Saya tanya suami saya yang makan steak juga, dia baik baik saja koq. *mengernyitkan dahi

Syukur pada Tuhan, Tuhan selalu menjaga keluarga kami. Semoga kasih karunia Tuhan selalu bersama dengan keluarga kecil kami. Moga Tuhan ada jalan lewat keluarga kami untuk merampungkan ekonomi-Nya. Amin.

Tetap semangat tetap sehat dan makin cinta Tuhan ya :)

Monday, December 15, 2014

Our Big Day, Yeah!! Wedding Day :) 25 Januari 2014

Tahun lalu November 2013, akhirnya ko David Cayadi memutuskan untuk melangkah 1 langkah lebih ke depan. Setelah saya merengek untuk dipinang dengan perjuangan yang panjang dan berdarah-darah (lebay). Tapi sebagai kaum perempuan, kamu jangan menunggu pasanganmu untuk ngadain event proposal yang meriah [saya juga mengimpikannya loh ko David :) ] Kelamaan tahu gak! hehe. Tidak semua pria berani untuk mengambil langkah merid dan belum tentu mereka memikirkannya kalo kita kaum cewe gak ingetin mereka dan sedikit memaksa. hehe.

Mulanya kami mau bikin konsep resepsinya di beberapa tempat, mau membagi bagi resepsi keluarga sendiri, resepsi kerabat kantor dan gereja sendiri, resepsi teman-teman dekat sendiri. Asik sih banyak makan makannya dan ngobrol reuniannya jadi pas dan pasti seru karena lebih terasa keakrabannya dan bisa duduk lama lama (klo resepsi kan berdiri, makan meja mahal ah mejanya). Tapi kebayang kan pengkornya! Hari ini resepsi keluarga, besok sama kerabat kantor dan gereja, lalu teman-teman dekat. Kami pun berpikir ulang. Ya lebih baik digabungkan ditumpek jadi satu. Btw, jadi satu aja sudah pengkor loh!

Setelah konsep matang dimulai lah perjuangan kami, kami mulai cari cari vendor pernikahan, lihat lihat palang harga buat resepsi 400 pax yang bisa terjangkau di kantong kami. Harga beragam mulai dari 20 jt - 100an jt juga ada. Tapi masih belum memutuskan mau ambil yang mana. Kami juga gak lupa ke pewajib (pengurus gereja) tanya tanya pengalaman buat resepsi gimana atau ada kenalan siapa yang bisa bantu kami. Eh ternyata kami dikenalin sama pawang catatan sipil dan dia juga merangkap EO (event organizer). Wah kebetulan sekali langsung lah kami ditawarin beberapa paket yang harga nya juga gak bikin kantong bolong.

Kami preparing merid itu 2,5 bulan loh. Waktu yang singkat bukan! Kami berdua juga orang kantor yang cuti nya bisa dihitung dengan jari hiks. Tapi Tuhan atur yang terbaik dan Dia menyediakan EO untuk kami, singkat cerita kami memilih paket yang seharga ... (kasih tau gak ya.. hehe yang mau tau rincian harga pm saya saja) Namanya paket udah all in, udah lumayan tenang. Gak tenangnya kami pilih tanggal 25 januari dan kata ibu ibu di tv bakal banjir besar di Jakarta dan memang lagi musim banjir. Cilaka 12 dah. Saya takut kalau gereja hall 13 tempat kami diberkati itu banjir dan memang suka banjir. Ya ujungnya kami hanya bisa berserah dan banyak banyak berdoa. (karena udah deal tanggal, dan kalo berubah kena charge harga yang cukup fantastis nominalnya)

Semua sudah lengkap karena ada EO yang urus, kami datang waktu dipanggil saja untuk minta persetujuan atau rapat mengenai susunan panitia. Seringnya kami rapat di Golden Truly Mall Gunsar, wah tempat tak terlupakan deh. Hujan hujan kesana janjian jam 6 sore eh si cici nya baru datang jam 8 malam. Sering begitu dan kami jadi luntang lantung di mall (Ko David gak suka pergi ke mall nih ceritanya). Tak terhitung deh sudah berapa kali kami kesana pokonya sampe bosen sampe mau muntah.

Tibalah H-1 kata orang ini pasti deg-deg an karena semakin dekat dengan hari H nya, tapi saya biasa saja. Persiapan yang saya lakukan adalah menghafal doa yang telah saya draft terlebih dahulu dan diapprove dulu sama Mr. Dave (mantan saya dulu, kami berhasil menjalani masa ospek pacaran selama 5 tahun, hitungin deh air matanya udah berapa ember terus hitungin juga bahagianya udah berapa drum.. hehe) Doa saya simple (aduh draft nya ilang) saya berdoa pertama bersyukur telah mempertemukan kami berdua, berdoa minta berkat agar Tuhan melindungi orang tua yang telah banyak jasa pada kami, dan point ketiga paling sakral nih berdoa buat janji suci kami berdua untuk sehidup semati dan mau mempersembahkan keluarga kecil kami untuk kepentingan pekerjaan Tuhan.

Karena Jakarta lagi banjir, sayangnya hotel yang telah kami booking juga kena banjir. Alhasil dengan keriwehannya kami pindah ke hotel Peninsula di mangga besar yang rate nya 460k per malam. Sedih! Mahal! Kami sewa 3 kamar. Hotelnya besar loh asik, saya paling senang di toiletnya ada bathtub nya. Kami pun tertidur lelap, setelah mengobrol dengan beberapa rekan yang besok akan membantu kami. Thank you so much yaa.. (papa nya ko David gak tidur, hmm senang gelisah atau apa ya? no idea)

Kami bangun subuh pagi pagi, mandi satu per satu lalu pergi ke san san salon pake jalan kaki (jalan kaki subuh subuh di jakarta asik gak ada polusi dan adem). Yang perempuan didandan rapih, ada Mamah saya, Kukuh, Yenny sahabat saya, Ira teman saya, Novi adik saya. Kami semua dimenorin, dipulas muka nya biar ok.

Kami semua berangkat ke gereja dan sampai disana masih terlalu pagi, sambil membunuh waktu saya langsung membuka lembaran doa emas saya, saya lihat lagi baik baik takut ada yang lupa atau gagap nanti doanya, bisa kacau acaranya. Ko David juga ngajak saya untuk latihan doa dipantau oleh mami tercinta alias sahabat saya yang namanya Yenny. Again! Yenny! Hehehe,, iyalah wong sahabat saya selalu disamping saya dari H-1 sampai H+,, wah gak deng menemani sampai hari H saja. Kata Yenny doa kami bagus, thank you Yenny buat review nya.

Kami disuruh balik lagi ke hotel untuk foto di kamar pengantin, tapi kami menolaknya karena malas dan takut telat untuk menghadiri catatan sipil. Jadinya kami tunggu saja di sebuah ruangan, menunggu sang hakim sambil makan nasi uduk buatan pewajib hall saya.

Jam 9 tiba, hakim pun masuk ruangan. Bodor sekali hakimnya, dia membacakan data diri kami berdua lalu menceramahi kami dengan singkat padat jelas, intinya kami tidak boleh bercerai dan hanya boleh memiliki 1 pasangan saja (yaaaaah.. hehehe) katanya memiliki satu sudah repot jangan dibikin repot lagi hahaha. Palu pun diketuk tok tok tok tanda kami sah menjadi pasutri secara catatan sipil. Horeee!!

Lanjut acara pemberkatan gereja. Oh ya seharusnya lebih baik pemberkatan dahulu baru catatan sipil. Namanya catatan sipil berarti mencatat apa yang telah terjadi. Tapi case saya susah kalau melakukan acara pemberkatan dahulu karena resepsi saya adakan pada tengah hari supaya keluarga dari Bandung tidak terlalu malam pulang ke bandung lagi. Sekalian menggencet biaya agar tidak ada tambahan biaya hotel lagi. Hotel di Jakarta mahal soalnya.

Saya dan ko David masuk ke dalam gereja, banyak yang memandang saya. Wah jadi ratu sehari lumayan. Saat kami masuk diiringi oleh musik kidung yang dimainkan oleh bang Holong, teman dekat kami berdua. Bagus deh musiknya. Saya sangat suka lagu kidung. Kami berdua berjalan menuju pelaminan dan kita semua diajak untuk berkidung sebuah lagu judulnya Aku Bunga Kecil oleh MC.

Doa dipanjatkan, doa berkat diberikan oleh para penatua, dan kami saling memakaikan cincin di jari manis kami masing masing, Ciz!! kilat foto terus mencari muka kami sebagai objek foto terpopuler hari itu. Kotbah pun diberikan, saat itu kotbah mengenai anggur baru yang terus ada di pesta perkawinan di Kana, padahal mereka sudah kehabisan anggur. Tapi karena ada Tuhan di dalam keluarga atau pernikahan mereka, maka anggur baru terus mengalir membuat keluarga ini terus bergairah untuk pekerjaan Tuhan.

Acara pemberkatan selesai, lanjut yok ke resepsi.


Thank you Pak Lingga untuk karangan bunga nya

Oh ya puji Tuhan banget loh seharian gak hujan, kalau hujan bingung bagaimana menyelamatkan gaun kandang ayam saya. Berhubung gaun pinjaman, jadi saya berkewajiban untuk hati hati apalagi gaun ini warnanya putih, kalau ada yang kotor atau rusak saya bisa disuruh ganti sama salonnya. Jangan sampe deh ya.

Banyak tamu sudah datang dan menyambut kedatangan kami. Acara demi acara pun kami lakukan mulai dari suap suapan kue sampai kissing. Ada lempar boneka juga dan finalisnya adalah Marcella, Ericknya Inggrid (inggrid lagi ke hongkong nih, serunyaaaa. Mari kita tagih oleh olehnya hehe), Teplon, lalu Lia. Dan pemenang nya Lia karena dia beruntung mendapatkan boneka yang berbeda warna kelopaknya. Mitosnya kalau dapet hadiah doorprize wedding bakal cepat merid eh ternyata benar, April 2014 dia langsung merid juga. Puji Tuhan!


Acara makan makan diiringi lagu dangdut pun berjalan. Aih dangdut! I hate dangdut so much! Dan berulang kali saya protes, TETAP NYANYI DANGDUT DONG. Wah dia gak ada persiapan lagu lain deh, bikin malu saja hahaha. Tahu gitu request lagu inggris ya, lebih sedap dan sedikit orang yang mengerti. Atau lagu kidung, yah baru kepikiran. Ini gara gara belum dibriefing nih mba penyanyi nya.

Tamu tamu bergantian menyalami saya, wah rasanya seperti ini menikah berdiri di pelaminan dan pegalnya minta ampun hahaha. Saya pake hak sepatu tinggi soale. Banyak keluarga kerabat yang datang, dan tentunya ada Van de AB geng minus mpo dan sui (aaaa, where are you guys?) thank you ya udah bela belain sewa mini bus buat jalan ke jakarta yang lagi banjir ini, terima kasih atas support dan kedatangannya. Terimakasih buat bu koor ibu Grace K beserta calon suami Arnold Swatsineger, ibu Marcella beserta calon suami Erik, tukang sayur lontong beserta calon suami yang namanya erik juga, Teplon yang sibuk ngebidan tapi masi sempet kasih waktu buat saya, Mbe yang datang dengan rambut galingnya, Shirleen yang muncul tiba tiba setelah berabad abad hilang dari dunia reuni, Vonny juga yang sangat curios dengan pernikahan saya, dan special thanks to Our lovely mommy, Yenny Kartika, my Bestmaid. Thanks too for Rugun Anastasia Debora Siagian jauh jauh juga dari bandung, buat Marline, Sharen Song, Deedee (gile mukanya beda banget, dan ada yang ngecengan lu). Thanks to duo imut ko Anton dan ko Andy yang gak jafi ke bandung gara gara hadirin wedding gw. Thank youu. Dan thanks juga buat Erasmus Reva Abrianto Tode yang kerja di jakarta tapi gak pernah ketemu haha. Big thanks juga buat sodara sodara saya yang jauh jauh datang dari Bandung, Jawa, dan Jakarta. Terimakasih atas doa dan kedatangannya.

Pemberkatan, resepsi, catatan sipil udah kelar. Horay sah sah. Semua hingar bingar celotehan reuni hilang begitu saja, saya balik ke hotel dan cuma ada pria di sebelah saya yang lagi cengar cengir (mungkin) Tepatnya saya lupa bagaimana. Imajinasi saya terlalu berlebihan kawan. Jangan ditiru.

Besoknya kami cabut ke bandara soeta. Asik Bali, im coming! Wait me! Ini pertama kalinya saya naik pesawat. Ditunggu saja cerita nya kalau saya lagi gak malas menulis, tapi yang lebih parah saya lupa detailnya. Ngapain dan kemana saja dis
ana. Soalnya foto foto hilang bersamaan dengan tab kami yang tiba tiba ngehang. Hiks.

Tetap semangat tetap sehat dan makin cinta Tuhan ya. Kita bertemu lagi di blog selanjutnya.